Alhamdullilah, sudah hampir dua minggu kita berpuasa. Mudah-mudahan kita akan berjumpa Syawal..

Adapun amalan-amalan yang mengantarkan kepada kekhusyu’an adalah sbb:
1. Persiapkan diri untuk sholat. Itu dimulai dengan mendengarkan adzan dan mengikutinya,
berdoa adzan, memperbaiki wudlu, berdoa setalah wudlu, melakukan siwak sebelum sholat,
mempesiapkan baji sholat, tempat sholat dan menunggu waktu sholat. Bukan bergegas sholat
ketika waktu hampir lewat.

2. Thoma’ninah: yaitu berhenti sejenak pada setiap rukun-rukun sholat. Dalam hadist
diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. ketika sholat, beliau melakukan thma’ninah hingga
semua anggota badan beliau kembali pada tempatnya. (H.R. Abu Dawud dll.) Dalam hadist
lain Rasulullah s.a.w. bersabda:”Seburuk-buruk pencuri adalah pencuri sholat. Bagaimana
itu wahai Rasulullah, tanya sahabat. “Mereka yang tidak menyempurnakan ruku’ dan
sujudnya. (H.R. Ahmad dan Hakim: sahih). Seseorang tidak akan bisa khusyu’ tanpa
thoma’ninah ini karena cepatnya pergerakan sholat telah menghilangkan kekhusyu’an dan
konsentrasi hati.
3. Ingat kematian saat sholat. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:”Ingatlah mati saat
kamu sholat, sesungguhnya seseorang yang ingat mati saat sholat maka ia akan memperbaiki
sholatnya, dan sholatlah seperti sholatnya orang yang mengira itu sholatnya yang
terakhir” (Dailami: sahih). Rasul juga pernah berpesan kepada Abu Ayub r.a. “Sholatlah
seperti sholatnya orang yang pamitan” (Ahmad: sahih).

4. Membaca ayat satu-satu. Ini juga mengantarkan kepada khusyu’ karena mengantarkan
kepada pamahaman dan penghayatan. Umi Salamah berkata bahwa Rasulullah membaca fatihah
dalam sholat dengan basmalah, lalu berhenti lalu membaca hamdalah lalu berhenti lalu
membaca arrohmaanirrohiiim dan seterusnya. (Abu Dawud: sahih).
5. Memperindah bacaan Quran dan tartil dapat mengantarkan kepada kekhusyu’an. Allah
berfirman:
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلۡمُزَّمِّلُ قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلاً۬ نِّصۡفَهُ ۥۤ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلاً أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ
تَرۡتِيلاً
Hai orang yang berselimut [Muhammad], (1) bangunlah [untuk sembahyang] di malam hari [1]
kecuali sedikit [daripadanya] , (2) [yaitu] seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu
sedikit, (3) atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur’an itu dengan
perlahan-lahan. (Muzammil 1-4)

Rasulullah s.a.w. berpesan:”Perindahlah al-Qur’an dengan suaramu yang merdu, karena
suara yang indah akan memperindah al-Quran” (Hakim:sahih) . Dalam hadist lain beliau
bersabda:”Sesungguhnya seindah-indah suara orang membaca Quran, adalah kalau ia membaca
maka orang-orang yang mendengarnya akan takut kapada Allah. (Ibnu Majah: sahih).

Mudah-mudahan bermanfaat.

Disusun Muhammad Niam
Dari berbagai sumber.